Keluarga & Sosial•HR. Muslim

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

Transliterasi Latin

Innal muslima idzaa 'aada akhaahul muslima lam yazal fii khurfatil jannati hattaa yarji'.

Terjemahan Bahasa Indonesia

“Sesungguhnya seorang muslim apabila menjenguk saudaranya yang sakit, maka ia senantiasa berada dalam taman memetik buah-buahan surga sampai ia pulang.”

Penjelasan & Syarah Makna

Menjenguk orang sakit adalah hak sesama muslim yang melahirkan limpahan rahmat dan doa dari 70.000 malaikat yang memohonkan ampunan baginya sejak melangkah hingga kembali.

Profil & Kredibilitas Perawi: Imam Muslim
Shahih
Nama Lengkap & Gelar:

Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj an-Naisaburi

Masa Hidup & Wilayah:

204 H - 261 H (820 - 875 M) • Naisabur (Nishapur, Iran)

Kitab Rujukan & Nomor:

Shahih Muslim No. 2568

Derajat / Peringkat Ulama:

Imam Hadits Tingkat Utama (Shahih)

Murid terkemuka Imam Bukhari yang menyusun kitab Shahih dengan sistematika bab fiqih dan pengelompokan jalur sanad yang sangat rapi. Bersama Shahih Bukhari, kedua kitab ini dikenal sebagai As-Shahihain (Dua Kitab Paling Shahih setelah Al-Qur'an).

Ingin Memahami Hadits Ini Lebih Dalam?

Tanyakan makna kontekstual, dalil pendukung, atau implementasi hadits ini kepada QuAI.

Rujukan Shahih & Terpercaya

Pelajari & Amalkan Sunnah di Aplikasi MuslimQu

Akses ribuan hadits mu'tabarah, biografi perawi terpercaya, dan pengingat amalan sunnah harian di smartphone Anda tanpa gangguan iklan.

Download Aplikasi MuslimQu

Hadits Pilihan Lainnya

Tanya QuAI seputar Islam!