Akhlak & Adab•HR. Bukhari & Muslim

Orang Kuat Adalah yang Menahan Amarah

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

Transliterasi Latin

Laisasy-syadiidu bish-shura'ati, innamasy-syadiidul ladzii yamliku nafsahu 'indal ghodhob.

Terjemahan Bahasa Indonesia

“Bukanlah orang yang kuat itu yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat sesungguhnya adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”

Penjelasan & Syarah Makna

Kekuatan sejati dalam ajaran Islam bukan terletak pada kekuatan fisik semata, melainkan kemenangan spiritual dalam menaklukkan hawa nafsu dan amarah yang ditiupkan oleh setan.

Profil & Kredibilitas Perawi: Imam Bukhari
Shahih - Muttafaqun 'Alaih
Nama Lengkap & Gelar:

Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari

Masa Hidup & Wilayah:

194 H - 256 H (810 - 870 M) • Bukhara (Uzbekistan) — Khartank, Samarkand

Kitab Rujukan & Nomor:

Shahih Bukhari No. 6114 & Shahih Muslim No. 2609

Derajat / Peringkat Ulama:

Amirul Mukminin fil Hadits (Puncak Kredibilitas / Tsiqah Tertinggi)

Ulama pakar hadits terkemuka yang menerapkan kriteria keshahihan paling ketat dalam sejarah Islam. Beliau mensyaratkan perawi harus sezaman (mu'asharah) dan terbukti pernah bertemu langsung (tsubutul liqa') serta memiliki integritas moral (adalah) dan daya ingat sempurna (dhabth).

Ingin Memahami Hadits Ini Lebih Dalam?

Tanyakan makna kontekstual, dalil pendukung, atau implementasi hadits ini kepada QuAI.

Rujukan Shahih & Terpercaya

Pelajari & Amalkan Sunnah di Aplikasi MuslimQu

Akses ribuan hadits mu'tabarah, biografi perawi terpercaya, dan pengingat amalan sunnah harian di smartphone Anda tanpa gangguan iklan.

Download Aplikasi MuslimQu

Hadits Pilihan Lainnya

Tanya QuAI seputar Islam!