Derajat Penghafal Al-Qur'an di Surga
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ: اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا
Transliterasi Latin
Yuqaalu li-shaahibil qur'aan: iqra' wartaqi wa rattil kamaa kunta turattilu fid-dunyaa.
Terjemahan Bahasa Indonesia
“Akan dikatakan kepada pembaca (penghafal) Al-Qur'an pada hari kiamat: 'Bacalah, naiklah ke tingkat surga, dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau mentartilkannya di dunia!'”
Tingkatan surga yang dicapai seorang mukmin di akhirat berbanding lurus dengan banyaknya hafalan dan kualitas tadarus Al-Qur'an yang ia amalkan selama di dunia.
Sulaiman bin al-Asy'ats as-Sijistani
202 H - 275 H (817 - 889 M) • Sijistan (Iran/Afganistan) — Bashrah (Irak)
Sunan Abi Dawud No. 1464 & Jami' at-Tirmidzi No. 2914
Rujukan Utama Hadits-Hadits Fiqih & Hukum
Ahli hadits yang memfokuskan kitabnya khusus pada hadits-hadits hukum dan fiqih amaliyah. Beliau meneliti lebih dari 500.000 hadits sebelum menyeleksi 4.800 hadits hukum terbaik.
Tanyakan makna kontekstual, dalil pendukung, atau implementasi hadits ini kepada QuAI.

