Berkata Baik atau Diam
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Transliterasi Latin
Man kaana yu'minu billaahi wal yaumil aakhiri falyaqul khoiron au liyasmut.
Terjemahan Bahasa Indonesia
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau hendaklah ia diam.”
Menjaga lisan adalah barometer utama keimanan. Jika ucapan mengandung fitnah, ghibah, atau kesia-siaan, maka menahan lisan (diam) adalah keselamatan dan bentuk takwa yang nyata.
Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari
194 H - 256 H (810 - 870 M) • Bukhara (Uzbekistan) — Khartank, Samarkand
Shahih Bukhari No. 6018 & Shahih Muslim No. 47
Amirul Mukminin fil Hadits (Puncak Kredibilitas / Tsiqah Tertinggi)
Ulama pakar hadits terkemuka yang menerapkan kriteria keshahihan paling ketat dalam sejarah Islam. Beliau mensyaratkan perawi harus sezaman (mu'asharah) dan terbukti pernah bertemu langsung (tsubutul liqa') serta memiliki integritas moral (adalah) dan daya ingat sempurna (dhabth).
Tanyakan makna kontekstual, dalil pendukung, atau implementasi hadits ini kepada QuAI.

