Akhlak & Adab•HR. Bukhari & Muslim

Berkata Baik atau Diam

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Transliterasi Latin

Man kaana yu'minu billaahi wal yaumil aakhiri falyaqul khoiron au liyasmut.

Terjemahan Bahasa Indonesia

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau hendaklah ia diam.”

Penjelasan & Syarah Makna

Menjaga lisan adalah barometer utama keimanan. Jika ucapan mengandung fitnah, ghibah, atau kesia-siaan, maka menahan lisan (diam) adalah keselamatan dan bentuk takwa yang nyata.

Profil & Kredibilitas Perawi: Imam Bukhari
Shahih - Muttafaqun 'Alaih
Nama Lengkap & Gelar:

Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari

Masa Hidup & Wilayah:

194 H - 256 H (810 - 870 M) • Bukhara (Uzbekistan) — Khartank, Samarkand

Kitab Rujukan & Nomor:

Shahih Bukhari No. 6018 & Shahih Muslim No. 47

Derajat / Peringkat Ulama:

Amirul Mukminin fil Hadits (Puncak Kredibilitas / Tsiqah Tertinggi)

Ulama pakar hadits terkemuka yang menerapkan kriteria keshahihan paling ketat dalam sejarah Islam. Beliau mensyaratkan perawi harus sezaman (mu'asharah) dan terbukti pernah bertemu langsung (tsubutul liqa') serta memiliki integritas moral (adalah) dan daya ingat sempurna (dhabth).

Ingin Memahami Hadits Ini Lebih Dalam?

Tanyakan makna kontekstual, dalil pendukung, atau implementasi hadits ini kepada QuAI.

Rujukan Shahih & Terpercaya

Pelajari & Amalkan Sunnah di Aplikasi MuslimQu

Akses ribuan hadits mu'tabarah, biografi perawi terpercaya, dan pengingat amalan sunnah harian di smartphone Anda tanpa gangguan iklan.

Download Aplikasi MuslimQu

Hadits Pilihan Lainnya

Tanya QuAI seputar Islam!