8. Tahiyat Awal (Tasyahhud Awal)
Dikerjakan pada rakaat kedua pada sholat yang memiliki 3 atau 4 rakaat (Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya)
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَىٰ عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
At-taḥiyyātul-mubārakātuṣ-ṣalawātut-ṭayyibātu lillāh. As-salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadar Rasūlullāh. Allāhumma ṣalli 'alā Sayyidinā Muḥammad.
“Segala kehormatan yang penuh berkah, rahmat dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tetap tercurah kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad.”
Kaidah Fiqih: Duduk dan membaca tasyahhud awal termasuk sunnah ab'adh. Jika tertinggal karena lupa, dianjurkan menggantinya dengan sujud sahwi sebelum salam.

